Quote

Violet adalah w…

Violet adalah warna tentang kesedihan yang diungkapkan dengan keceriaan

– Cupid patah Hati / Sweta Kartika –

Advertisements

Gamang

Tags

, , , , , ,

Seakan menjadi akhir dari keseluruhan penantian panjang yang menjeratku…
Jaring – jaring runyam yang menjadi batas pergerakan bebas.
Rongga paru – paru yang penuh oleh asupan udara pekat nan jahat.
Nanarnya pandangan, dengungan asing dan semarak bertalu – talu.
Sendi – sendi yang lumpuh, dan seribu bayangan gelap menyergap setiap kali otak terlelap.
Seakan menjadi babak awal dari perencanaan indah yang tertulis di buku harianku, dulu…
Dulu…

RECTOVERSO

Tags

, , , , , , ,

SUPERNOVA

– Diperuntukkan bagi Anda yang ingin Hidup –

…………….

Rectoverso adalah gambar yang saling mengisi antarmuka belakang dan depan. Salah satu contoh rectoverso yang bisa kita temui sehari – hari adalah ikon gambar di lembar uang kertas. Misalnya, ada sebuah rectoverso yang secara utuh berupa lingkaran yang di dalamnya ada lima kelopak, berjajar teratur, dan berpusat pada satu titik tengah.

 

Pada satu sisi kertas, gambar yang dimunculkan adalah lingkaran dengan tiga kelopak. Pada sisi lain, gambar lingkaran dengan dua kelopak, yang apabila disatukan dengan sisi baliknya akan menampilkan rectoverso yang utuh, lingkaran dengan lima kelopak yang teratur dan berpusat pada satu titik tengah.

 

Perspektif kita yang parsial tidak akan melihat bahwa diri kita sebenarnya adalah rectoverso. Terlalu banyak manusia yang menghabiskan seumur hidupnya dalam perasaan hampa, seakan – akan ada sesuatu yang hilang dari dirinya dan tidak tahu apa. Lalu, mereka mencari, dan mencari. Keluar dari inti mereka sendiri, dan kemudian tersesat. Dengan bermacam – macam cara mereka, lalu memeras keringat dan otak untuk mendefinisikan “sesuatu” yang hilang itu, yang kebanyakan mereka anggap berada di “luar” sana.

 

Manusia memang seolah di desain untuk menunaikan satu misi, yakni mencari tahu asal – usul mereka, demi kembali merasakan keutuhan itu, yang niscaya akan membuat mereka merasa kecil dan ter – alien- asi  di tengah megahnya jagat raya.

 

Lalu bagaimana kalau ternyata apa yang kita kira selama ini sebagai ketidaklengkapan sebenarnya hanya rectoverso belaka? Yang artinya, kita tidak perlu ke mana – mana. Yang artinya lagi, untuk merasa utuh kita hanya perlu mengubah perspektif kita. Ketika kita berhasil mengambil jarak dari benih – benih pemecah belah dalam pikiran kita, rectoverso akan tampil. Yang artinya lagi (dan lagi), apa yang Anda ingin cari tidak berada di luar sana. Sebalinya, sangat dekat, tak berjarak. Temukan kenop Anda, dan putar. Lihat dengan cara yang lain.

 

Berhentilah merasa hampa. Berhentilah minta tolong untuk dilengkapi. Berhentilah berteriak – teriak ke sesuatu di luar sana. Berhentilah bertingkah seperti ikan yang di dalam kolam malah mencari – cari air. Apa yang Anda butuhkan semuanya sudah tersedia.

 

Tidak ada seorang pun mampu melengkapi apa yang sudah utuh. Tidak ada sesuatu pun dapat mengisi yang sudah penuh. Tidak ada satu pun yang dapat berpisah satu sama lain.

 

Tinggal kemauan Anda untuk mampu MENYADARINYA, atau tidak. Temukan kenop Anda, dan putar.

 

……………………..

 

Supernova : Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh

Written by : Dewi “Dee” Lestari

 

Celoteh Sang Supernova yang ngena banget. Terkadang memang kita tidak menyadari bahwa yang kita anggap kurang itu justru hanya bentuk keserakahan kita pada apa yang sudah kita miliki. Bahwa sebenarnya kita sudah lengkap.

 

Quote

Masalahnya, ora…

Tags

, , , , , , , , , , ,

Masalahnya, orang-orang terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak penting, lalu mereka dibuat bingung sendiri oleh pikiran-pikiran itu. Tak heran mereka tidak bisa melihat sesuatu yang sudah begitu jelas di depan mata mereka. Bukannya mendengarkan kata hati nurani, mereka malah membiarkan pikiran mereka sibuk menganalisis ini dan itu. Padalah semua jawaban pertanyaan mereka sudah ada di hati mereka. Yang perlu mereka lakukan cuma mendengarkan suara kecil yang ada di dalam diri mereka

Sepenggal cuplikan kata – kata Lyubisthka – Love, Curse and Hocus Pocus

 

Biru Pada Januari – Aditia Yudis

Tags

, , , , , , , , ,

Image

Kamu nggak akan bisa menyentuh langit…, itu hanya lapisan udara yang membiaskan cahaya. Ketika kamu terbang tegak lurus dari permukaan bumi, kamu tak akan pernah sadar kapan kamu menembus langit. Kamu nggak pernah tahu…
Langit biru itu hanya untuk matamu. Kamu hanya bisa melihat, tanpa bisa berharap merasakannya

 

Adam adalah langitnya, Samudra adalah lautannya. Biru. Menenangkan. Bagi Mayra, baik Adam ataupun Samudra, keduanya adalah biru yang sangat disukai nya. Keduanya seolah menciptakan damai untuk Mayra dengan caranya masing – masing. Tapi Mayra adalah pantai pasir putih. Betapapun dia mencintai Adam dan Samudra. Dia akan tetap kembali pada Samudra. Karena pada lautan lah dia akan selalu berlabuh.

Aku suka sama novel nya AditiaYudis yang ini. Pertama, karena nama Samudra yang menurut aku seksi dan unik. Bikin aku berimajinasi sosok Samudra adalah sesosok body six pack, dibalut sepasang kemeja dan celana yang licin klimis, ditambah suara yang agak berat, dan rokok. Kedua, ada langit dan laut di sana. Yup, I love both of them. Just like Mayra did. Ketiga, perselingkuhan. WHAT??? Bukan. Bukan karena aku suka selingkuh ataupun diselingkuhi. Tapi memang itulah yang paling sering terjadi di dunia nyata. Cinta selalu dikemas lengkap dengan flirting dan perselingkuhan. Cuman beda skala. Nah, poin utamanya adalah perasanku sukses diaduk – aduk sama novel ini. Bayangin aja, aku baca novel Aditia ini di sela – sela tumpukan kerjaan di kantor. Suasana seharusnya sepi – sepi aja. Tapi, beberapa kali justru terdengar makian keluar dari mulutku yang biasanya manis ( hahaha…. ??? ). Bikin kehebohan sendiri. Apalagi pas sampe ending. Oh GOD! Mbak Adit cantik nan baik hati tidak sombong dan rajin menabung,,,, aku sebel. Pengen rasanya nyelipin sedikit di situ, soal Samudra yang minta maaf sama Mayra, Mayra yang juga minta maaf balik sama Samudra-nya, penjelasan ini itu dari mereka, baru deh Rest In Peace. Huhuhuuuuuuuu……..

But however, novel ini recomended. Bagus. Dramatis. Romantis. Dan yang paling penting sukses mancing berbagai emosi. 

 

 

 

Quote

Kamu nggak akan…

Tags

, , , , , , ,

Kamu nggak akan bisa menyentuh langit…, itu hanya lapisan udara yang membiaskan cahaya. Ketika kamu terbang tegak lurus dari permukaan bumi, kamu tak akan pernah sadar kapan kamu menembus langit. Kamu nggak pernah tahu…
Langit biru itu hanya untuk matamu. Kamu hanya bisa melihat, tanpa bisa berharap merasakannya

Suka  banget sama deskripsi Mayra tentang langit. Mayra, yang ada di Biru pada Januari karangan Aditia Lubis.

Undescripted

Ada bagian yang tidak ku pahami. Tentang kamu.

Tahun – tahun bersama, setidaknya cukup bagi ku mengingat hal – hal kecil tentang kamu.
Kebohongan sepele yang seringkali kamu tutupi dengan perdebatan, kesalahan yang tidak akan pernah kamu akui karena gengsi mu begitu menjulang, bahkan ekspresi senang mu yang selalu kamu tunjukkan justru dengan perlawanan.
Aku hafal. Entah kapan aku berusaha menyimpan itu semua dalam memori. Tapi aku tau. Selalu tau. Tanpa sadar.

Usaha ku mengenalmu, beradaptasi dengan segala hal tentang kamu yang 90% justru berlawanan denganku, menikmati setiap pertengkaran kecil yang lebih sering kita anggap sebagai ajang mengasah otak dan pelatihan mental dan jarang berujung dendam ataupun tangis rengekanku, usaha mewujudkan apa yang orang bilang sebagai COCOK. Well, itu semua berbuah hasil, angka 4 dalam hitungan tahun, atau 365 jika dikonversikan menjadi hari, berarti 31.536.000 detik sudah aku dan kamu bertahan.
Lama? Entahlah, rasanya tidak seperti ketika menjalani UAS, 2 minggu yang terasa panjang ….
Sebentar? What the ****…

Tapi, detil tentang mu terasa masih saja belum lengkap. Ada, bagian – bagian tentang kamu yang belum bisa aku tebak. Satu? Dua? Ah, sepertinya lebih dari itu. Bukan perasaanmu terhadapku. Bukaaaaaaan. Aku sudah cukup tau tentang itu. Hanya saja masih ada ruang – ruang di otak mu yang belum bisa ku tembus. Rumit … tapi aku tetap menikmati. Tch, kamu pasti tau jawaban di balik “kenapa?” mu.

Tentang Cinta

Tags

, , , ,

15 Januari 2014

Terlalu sering sepertinya aku menemukan hal serupa. Tentang perasaan suka jadi benci. Benci yang kemudian beralih jadi cinta. Cinta yang terselubung dalam sebuah hubungan bernama persahabatan. Ada yang bahagia, pun ada yang terluka. Hidup ya seperti itu. Hitam dan Putih, terkadang abu – abu, tak jarang seperti semburat pelangi, warna – warni cerah. Ibarat kanvas, kita lah yang menciptakan lukisan di atasnya. Hidup kita pun, kita lah yang menentukan akan berwarna apa.

Pagi ini, nggak sengaja menemukan catatan seorang teman. Tentang diam yang selama ini ku anggap sebagai bentuk dari sikap acuh nya. Memang sudah pernah aku dengar dari seorang teman lainnya, tentang persahabatan mereka dan tentang seorang pria yang hadir diantara mereka. Sepihak ku dengar cerita mereka. Persahabatan yang terjalin begitu erat, secara perlahan tanpa mereka sadari hampir saja terurai. Siapa yang salah? No one. Yup. Karena memang nggak satupun dari mereka yang bersalah. Pria itu tidak hadir begitu saja untuk berada di tengah – tengah mereka. Bukan sengaja dengan tiba – tiba ada untuk merusak hubungan mereka. Dia juga adalah seorang teman. Seorang kakak. Seorang yang mereka hormati. Yah, terkadang sedikit menjengkelkan. Setidaknya itulah poin yang tertinggal di benakku. Dan justru karena itulah aku sama sekali nggak nyangka, 2 orang temanku ini ternyata punya hubungan khusus dengannya. Dan yang lebih bikin nggak nyangka lagi adalah, mereka bisa dengan rapinya ngebungkus cerita itu, rapet banget. Setelah sekian taun, barulah aku tau. Salute!

Cinta dan sejuta cerita yang bisa tercipta, buat aku adalah seni nya hidup. Cinta bisa bikin kita hepi, sendiri, hanya berdua, atau semua orang di sekitar kita juga tersenyum karenanya. Cinta juga bisa bikin kita sedih, terpuruk, bisa sendiri atau juga dengan mereka, yang dicintai dan para sahabat. Ketika seseorang merasakan ketidak adilan dan tersakiti, ketika itu lah cinta akan menjadi tersangka utama. Cinta disalahkan. Ketika persahabatan, persaudaraan menjadi seperti arena perang, cinta juga lah yang dianggap menjadi piala kemenangan. Tapi buat ku, cinta itu cuma sebuah nama. Alias yang di pake untuk menunjukkan penentuan sikap. Istilah untuk penciptaan bahagia. Entah itu kemenangan, atau pengorbanan. Ketika ada bahagia maka disanalah cinta tertanam dan bersemi. Uddah kayak kebun aja ttugh, hehehe…..

Berterima kasihlah untuk segala macam cinta, karenanya hidup jadi berwarna. Sekalipun gara – gara cinta kita pernah jadi musuh bagi sahabat. Atau bersahabat dengan musuh. Jadi orang asing di tengah keakraban. Jadi pacar musuh. Atau juga tiba – tiba jadi musuh mantan pacar. Well, That’s life. That’s how it supposed to be. Terima kasih karena kita jadi punya banyak cerita, banyak pengalaman, banyak pembelajaran hidup. Tentang berbagi, tentang menerima, tentang memberi, ikhlas, berkorban, tersenyum , menangis, tertawa, terpuruk, bangkit dan melangkah lagi. Thak’s GOD for giving this kind of complicated feeling named LOVE…..